Republic of Indonesia
Manfaat Makan Pete
Manfaat makan pete Anda semua pasti mengenal bahwa Petey (Pete) sebagai buah yang membuat bau mulut dan bau sangat tidak sedap. Tapi mungkin banyak diantara anda tidak mengetahui bahwa pete mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat...
19:38 ·
Kamis, 23 April 2009
Pimpinan yang Filosof
Memilih Pemimpin yang Filosof
Piskologi manusia menurut Plato
Prilaku manusia bersumber pada tiga hal: Nafsu, Emosi, dan Pengetahuan. Nafsu berpusat pada sulbi. Sulbi adalah reservoir energy, terutama enerti seksual, yang melakukan hasrat, keinginan, implus, dan gharizah (naluri).
Emosi berada didalam jantung. Dari jantung mengalir darah, semangat, ambisi, dan keberanian. Pengetahuan terletak di kejpala. Kepala-atau lebih khusus lagi, otak-melahirkan pemikiran, intelektual, dan akal.
Manusia memiliki ketiganya dalam berbagai tingkatan. Ada manusia yang dikuasai sulbinya, ia menjadi rakus, mengejar kekayaan dan kenikmatan. Baginya kebajikan tertinggi adalah pemilikan. Manusia seperti ini cocok untuk di didik pedagang, pengusaha, dan pengelola industry. Ada orang yang dikuasai jantungnya. Ia menjadi sangat perasa, berusaha mencari kemenangan. Kebajikan tertinggi terletak pada penaklukan. Bagi mereka kebahagiaan harus di cari di medan perang, bukan di pasar. Orang ini layak di didik menjadi tentara, prajurit, dan pahlawan di pertempuran.
Tentu saja, ada insan istimewa yang dikuasai kepalanya. Ia tidak tertarik pada kekayaan, juga tidak dari kemenangan. Tempat paling indah baginya bukan pasar, juga bukan medan perang; tetapi tempat sunyi, ketika ia melahirkan gagasan-gagasan cemerlang. Bagi insane ini, kebajikan tertinggi adalah kearifan. Orang-orang semacam ini lah yang harus menjadi seorang pemimpin, yang berhak mengatur suatu masyarakat, atau Negara.
Demikianlah penjelasan Plato tentang Piskologi manusia.
Celaka bila manusia-sulbi menjadi pemimpin, karena mereka akan menjadikan rakyatnya sebagai komoditas pribadinya, celaka juga kita bila pemimpinnya adalah manusia jantung, karena mereka akan menimbulkan peperangan.
Piskologi manusia menurut Plato
Prilaku manusia bersumber pada tiga hal: Nafsu, Emosi, dan Pengetahuan. Nafsu berpusat pada sulbi. Sulbi adalah reservoir energy, terutama enerti seksual, yang melakukan hasrat, keinginan, implus, dan gharizah (naluri).
Emosi berada didalam jantung. Dari jantung mengalir darah, semangat, ambisi, dan keberanian. Pengetahuan terletak di kejpala. Kepala-atau lebih khusus lagi, otak-melahirkan pemikiran, intelektual, dan akal.
Manusia memiliki ketiganya dalam berbagai tingkatan. Ada manusia yang dikuasai sulbinya, ia menjadi rakus, mengejar kekayaan dan kenikmatan. Baginya kebajikan tertinggi adalah pemilikan. Manusia seperti ini cocok untuk di didik pedagang, pengusaha, dan pengelola industry. Ada orang yang dikuasai jantungnya. Ia menjadi sangat perasa, berusaha mencari kemenangan. Kebajikan tertinggi terletak pada penaklukan. Bagi mereka kebahagiaan harus di cari di medan perang, bukan di pasar. Orang ini layak di didik menjadi tentara, prajurit, dan pahlawan di pertempuran.
Tentu saja, ada insan istimewa yang dikuasai kepalanya. Ia tidak tertarik pada kekayaan, juga tidak dari kemenangan. Tempat paling indah baginya bukan pasar, juga bukan medan perang; tetapi tempat sunyi, ketika ia melahirkan gagasan-gagasan cemerlang. Bagi insane ini, kebajikan tertinggi adalah kearifan. Orang-orang semacam ini lah yang harus menjadi seorang pemimpin, yang berhak mengatur suatu masyarakat, atau Negara.
Demikianlah penjelasan Plato tentang Piskologi manusia.
Celaka bila manusia-sulbi menjadi pemimpin, karena mereka akan menjadikan rakyatnya sebagai komoditas pribadinya, celaka juga kita bila pemimpinnya adalah manusia jantung, karena mereka akan menimbulkan peperangan.
Langganan:
Komentar (Atom)
